Tak terasa, sudah setahun berlalu sejak wisuda S1 saya. A year has passed… Dan hari ini, adalah hari milik teman2 serta junior2 saya yang sedang diwisuda di Sabuga ITB. Merasakan betapa panjangnya pidato Bapak Rektor dalam “mengantarkan” para wisudawan/ti dalam menyambut dunia luar, dunia nyata selepas kuliah; merasakan bergosip2 ria sambil menunggu giliran jabat tangan dengan rektor, dekan, & ketua program studi masing2; merasakan rasanya jadi artis dalam satu hari yang diarak, difoto sana-sini, diberi buket2 bunga ataupun hadiah2 lain, diberi ucapan selamat, melihat wajah super bahagia orang tua masing2 & teman2 lain yang turut bahagia; serta wajah wisudawan/ti yang terpatri senyum penuh kebahagiaan meskipun kaki dan badan pegal encok luar biasa karena harus bangun super pagi & jalan diarak dari Sabuga hingga ke gedung program studi. To sum up, today is yours, ITB fellas!
Mengenang setahun lalu mempersiapkan wisuda, sebagai seorang cewek, hal pertama yang ribet sendiri minta diurus adalah kebaya wisuda. Kebaya wisuda menjadi perbincangan heboh diantara saya dan teman2 cewek yang juga akan diwisuda. Mau bagaimana desainnya, warna apa, kain apa, dan mau menjahitkan kebaya dimana. Tak lupa, mau make-up dimana & oleh siapa. Berbagai macam referensi digunakan hingga bertanya2 ke senior2 yang telah diwisuda terlebih dahulu. Selain itu, guyonan “siapa PW (Pendamping Wisuda)” pun mulai bermunculan, hahaha. Orang tua di Solo juga ikut2 ribet sendiri. Mau menginap dimana di Bandung, kapan mulai berangkat ke Bandung, naik apa nanti ke Bandung, dsb. Junior2 di himpunan tak kalah sibuk mempersiapkan persembahan yang terbaik kepada para wisudawan/ti, teman seangkatan sibuk mempersiapan persembahan untuk teman seangkatan yg akan diwisuda, dll. Semua pihak sibuk untuk menyambut hari paling diingat dalam sejarah perkuliahan S1 di ITB.
Mundur kembali ke masa2 perjuangan mendapatkan status “calon wisudawan/ti”, masa2 menyelesaikan Tugas Akhir (TA) yang selalu menjadi topik perbincangan yang menarik ketika sudah lulus. Masa “berdarah-darah” yang entah mengapa lebih banyak kisah lucunya untuk diingat & diceritakan. Saya selalu teringat 1001 cara saya dan teman satu bimbingan saya, @jengririz, saling menyemangati dan saling membangunkan untuk mengerjakan TA. Ririz yang terbiasa ngelembur dan saya yang nggak bisa ngelembur pun bertukar jam “hidup”. Jam 3 atau 4 pagi ketika Ririz akan tidur, dia membangunkan saya dan jam 10 pagi saya akan membangunkan Ririz. Berbagai macam trik usaha digunakan mulai dari miskol, nelpon diiringi pertanyaan jebakan untuk dijawab (kalau jawaban benar, berarti sudah bangun), nge-buzz di YM!, mention di social media, hingga menggunakan jasa teman kosan untuk membangunkan. “Setoran” progress TA tiap minggu ke pembimbing juga menjadi momen yang paling saya ingat. H-1 sebelum menyetor, selalu berkencan dengan si TA dan panik banget. Plus, menyiapkan alasan jika pembimbing bertanya dimana teman sebimbingan yang belum muncul untuk “setoran”. Alhamdulillah, selalu ada secercah cahaya tiap sehabis bimbingan dan berdiskusi dengan pembimbing. Agenda mingguan menjadi anak hilang di Universitas Parahiyangan, Bandung, juga turut mewarnai proses mengerjakan TA karena pakar yang terlibat dalam TA saya adalah salah satu dosen disana.
Semua indah pada waktunya dan selalu indah untuk dikenang :”) Enjoy today, ITB fellas. Today will be one of the most unforgettable moments in your life. Saatnya mengejar mimpi dan target serta tujuan hidup masing2 di esok hari. Nggak usah takut galau mau ngapain karena semuanya memang mengalami tahapan bertemu si “galau” terlebih dahulu. Kenalilah dirimu lebih baik lagi, tulis mimpi2-mu, dan definisikan apa siasat & langkah2 yang akan kamu ambil. *sebenarnya ini curcol
So, see you on top?
With love from Solo,








Like this! Jadi kangen bu masayu deh. Emang stiap abis bimbingan slalu ada pencerahan. Meskipun kadang suka galau juga abis bimbingan. :p
banget2. Ibu Masayu memang super T.O.P banget yes om Andruu. Galau habis bimbingan biasanya bertahan sehari sehabis itu “lupa” trus galau lagi pas mau bimbingan hahaha
mengingatkan saya akan kenangan hampir sepuluh tahun yang lalu, betapa bahagianya ortu saya beserta nenek saya yang sengaja datang dari pulau seberang dan betapa bangga serta senangnya masuk sabuga melihat anak nya wisuda…
as you said “Today will be one of the most unforgettable moments in your life.”
Today is yours
Sungguh bahagia ya
justru itu yg paling mgharukan dibandingkan perasaan “terlepas” dr kampus gajah.