masa muda

Jakarta. ARGH!

hari ini genap satu minggu saya tinggal di Jakarta. thanks God it’s a temporary living not a permanent one.

kenapa saya harus tinggal sementara di Jakarta? tak lain dan tak bukan adalah karena salah satu mata kuliah wajib mahasiswa tingkat 4 (saya calon mahasiwa tingkat 4) di kampus gajah saya adalah kerja praktek.

sebelum kerja praktek dimulai (sebelum saya tinggal di Jakarta tentunya), saya beranggapan bahwa kerja praktek di Jakarta = HURA-HURA! mindset saya ini dikarenakan Jakarta merupakan destinasi pleasure keluarga saya. terutama untuk belanja dikarenakan beberapa brand atau barang belum terdapat di kota kecil saya (yang setelah tinggal di Jakarta membuat saya makin sayang kota kecil itu).

jujur, saya cinta Jakarta. ketika saya masih di IC dan ga merasakan lalu lintasnya.

saya cinta Jakarta. ketika saya tiba di Soekarno-Hatta dan beberapa penumpang  pesawat GAxxx yang notabene eksmud-eksmud yang jalannya cepet banget. yang semangat kerjanya membuat saya makin semangat. ini KOTA BESAR, boi!

lawan dari kalimat saya diatas. dan status facebook saya beberapa hari yang lalu : “saya lebih cocok tinggal di kota kecil. dimana lalu lintasnya ga macet dan mobilnya gak doyan klakson.”

hal mulai membuat saya jengah adalah: betul kata orang-orang, baik di buku ataupun sinetron-sinetron yang bilang kalo hidup di kota besar itu susah. struggle-nya kudu tinggi. betapa kota besar ini tak lain dan tak bukan adalah kota yang lebih mengutamakan penampilan luar (yang mungkin bagi beberapa orang kota besar menandakan tebalnya dompet-entah karena bon utang, kartu kredit yang banyak, atau duit yang meng banyak😐 ) .

mengingat teman kelompok kerja praktek saya si abe belom begitu lancar menyetir, jadinya saya yang menyetir PP kantor- rumah abe. (FYI, saya dan ririz tinggal di rumah neneknya abe yang disebelah rumah rumah abe). kalo biasanya saya menyetir di solo dibilang bawel saya mama saya (a.k.a saya sering klakson gara-gara saya nggak sabaran). beda cerita dengan menyetir di Jakarta, saya lebih sering diklakson oleh mobil-mobil di belakang saya.

Kota besar = serba cepat, serba terburu-buru?

cerita lainnya adalah ketika kemarin saya naik angkot jurusan kalimalang-kampung melayu. saya nggak tahu berapa kisaran biaya angkot tersebut. kemudian karena nanti dari kampung melayu-rawamangun, saya disarankan oleh abe untuk menaiki metro mini dan saya BELUM PERNAH sama sekali naik metro mini, maka saya bertanya ke mbak ABG “gaol” disebelah saya,” mbak kalo naik metro mini bayarnya berapa ya?”. yang kemudian dijawab dengan pandangan rada sengit,”baru pertama kali naik ya? 2000″dan saya menjawab, “iya.” dengan sedikit senyuman yang terpaksa.

yang ada di benak saya adalah, apakah karena penampilan saya yang emang lagi kumel-kumelnya kayak anak desa ini trus dipandangin kayak gitu? ck ck ck. ffyuuh sabar-sabar.

begitu sudah sampai di terminal kampung melayu, saya berasa turis nyasar. di terminalny yang luar biasa jorok dan becek dimana-dimana terdapat beberapa angkot dan metro mini dan bus yang keadaanya menurut saya udah ga boleh lagi dipakai seharusnya. yang wujudnya udah kayak kaleng.

dan saran saya: kalo mau ke terminal, jangan pakai sepatu karet bermerk buaya yang sudah me-licin. karena yang terjadi sama saya adalah saya yang jalan super hati-hati biar ga kepeleset😦

waktu di metro mini, dari kaca jendela saya sempat melihat beberapa motor yang “ngeyel” mau jalan. padahal itu motor kalo disenggol sama metro mini, keok juga. apakah begini jalanan di kota besar?

dan kali ini saya harus beradaptasi dengan semua itu. semogake depannya saya makin enjoy.

— bahkan sekarang saya sudah pasrah sama jalanan Jakarta

4 thoughts on “Jakarta. ARGH!

  1. Haiii, salam kenal yaaa. Saya ade, angkatan 7 IC.
    Main2 ke blogrol iaic, jadi mampir ke sini.
    Kalo saya malah beda, saya cinta bgt jkt luar dalem kelebihan kekurangannya:)

    • salam kenal juga mbak.
      Mungkin karena saya dari kecil tggalnya di kota kecil, dimana “macet” adalah suatu kosakata yg jarang temui hihihii

      tukeran link yuu mbak🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s