fashion addict / In Spare Time / Review(s)

Book Review: Love, Lust, Lost by Quartini Sari

Picture taken from bukabuku.com

Sebuah novel dengan alur cerita yang berlatar belakang dunia fashion selalu membuat saya tertarik. Meskipun saya sangat jarang menemukan novel karya penulis Indonesia dengan latar fashion. Salah satu novel fashion-background favorit saya adalah tetralogi karya Syahmedi Dean, salah seorang fashion editor berbakat yang dimiliki Indonesia.

Haus akan fashion-background novel, membuat saya membeli novel karya Quartini Sari ini, yang ternyata juga merupakan fashion editor majalah fashion ternama Indonesa (DEWI). Ketika akan membeli novel ini, saya dihadapkan pada dua pilihan, novel karya Sekar Ayu Asmara (salah satu Indonesian writer favorit saya) berjudul Kembar Keempat atau novel dengan cover berwarna ungu dan desain yang simpel menggoda ini. Hanya dengan berbekal komentar dari salah seorang fashion designer kenamaan Indonesia pada cover belakang novel ini, novel “Love, Lust, Lost” ini berhasil membuat saya merogoh kocek 50ribu rupiah.

Novel ini tipis, font besar dan elegan, dengan ukuran yang tidak seperti ukuran buku biasanya, dan Quartini Sari membuktikan eksistensinya sebagai seorang fashion editor dengan menampilkan beberapa fashion spreads di dalamnya. Inti cerita dari novel ini adalah mengenai Saski, seorang fashion editor yang mengalami masa lalu yang kurang mengenakan dengan mantan pacarnya dan mantan selingkuhannya. Kisah masa lalu tersebut membayang-bayangi kisah Saski, yang pada saat itu, sedang mengikuti acara fashion week.

Kali ini saya akan membandingkan dengan tertralogi karya Syahmedi Dean –yang untuk mengumpulkan keempatnya, saya keliling semua toko buku di Solo. Tetralogi PGDPC (Pengantin Gypsy dan Penipu Cinta), JPVFK (Jakarta Paris Via French Kiss), LSDLF (Lontong Sayur Dalam Lembaran Fashion), dan AMSAT (Apa Maksud Setuang Air Teh) menyajikan sebuah cerita novel yang “berisi” dengan latar belakang Fashion. Tetralogi tersebut berpusat pada kisah empat sekawan yang bekerja dalam bidang media; mengisahkan kisah liku persahabatan mereka, petualangan mengasyikkan berkeliling Eropa demi liputan Fashion Week, dan hingga mereka dihadapkan pada suatu masalah yang menguji persahabatan tersebut.

Salah satu ciri khas novel dengan latar fashion adalah : menyebutkan salah satu fashion outfit dengan embel2 merk-nya. Jadi jangan kaget jika Anda tak akan menemukan kalimat “pria dengan jas hitam itu“, namun menemukan kalimat “pria dengan jas Giorgio Armani hitam itu.” Itulah kesamaan novel karya Quartini Sari dan Syahmedi Dean.

Hanya itu.

Selebihnya? Embel2 fashion sepertinya hanya disajikan dengan adanya fashion spreads dan peran pemain utama (Saski) yang seorang fashion editor.

“Lah, terus kisah ceritanya gmna?” tanya Anda.

Intinya, jika saya bisa kembali ke masa lalu, saya akan mengeluarkan 50rbu saya untuk novel karya Sekar Ayu Asmara. Dimana saya yakin bahwa saya tidak akan dihadapkan pada berlembar-lembar kertas yang hanya mengisahkan kisah cewek yang punya pacar, kerjaannya ML (maaf, Make Love) sama pacarnya. Trus ketemu cowok cakep yang akhirnya jadi selingkuhannya; yang pas mau diputusin, mau bunuh diri. Efek ML berlebihan yang akhirnya bikin si cewek menggugurkan kandungan, putus sama pacar, kembali ke selingkuhan, trus mutusin si selingkuhan; dan the end.

Kalo pke kata gaul di 9gag, “Y I CANT FIND ANY FASHION SENSE IN THIS NOVEL? WHYY?”

X,

6 thoughts on “Book Review: Love, Lust, Lost by Quartini Sari

  1. Setuju banget sih, awalnya karena ada bumbu” fashion disana jdnya saya berniat beli, dan awal” nya bikin penasaran. Tapi setelahnya, jadi cerita kegalauan Saski diantara 2 cowok cakep, ML, hamil, gugurin kandungannya, lalu putus dr Dimitri gitu aja, pdahal awal”nya aja rasanya putus dr Dimitri udh susah, dan knp dia gak minta bantuan Eja diawal buat lepas dr Dimitri. Kesannya Eja rela” aja Saski direbut Dimitri. Selebihnya gak begitu banyak fashion spread.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s