Book Review: Manjali dan Cakrabirawa

Manjali dan Cakrabirawa

“Terima kasih sudah memberikan insight baru kepada saya mengenai sejarah bangsa Indonesia.”

Cukup satu kalimat itu saya ungkapkan setelah membaca novel “Manjali dan Cakrabirawa” karya Ayu Utami ini. Tapi ini bukanlah Twitter yang membatasi saya dengan 140 karakter, pikir saya. Jadi selanjutnya, mari saya paparkan komentar panjang saya mengenai novel ini.

Dengan mengangkat sebuah tema yang simpel, yaitu “cinta”. Novel yang menyebut dirinya dengan sebutan “roman misteri” ini tidak hanya menyuguhkan kepada saya sebuah kisah roman cinta segitiga antara Marja Manjali, Yuda, dan Parang Jati. Namun tak lupa: misteri.

Kata “Misteri” bukan berarti novel ini berkisah tentang tiga anak manusia terdampar di pulau antah berantah, bertemu psikopat, dst bagaikan kisah klise film horor Indonesia. Melainkan, seorang mahasiswi bernama Marja yang dititipkan oleh Yuda, pacarnya, kepada Parang Jati. Ditinggal selama beberapa minggu untuk “tinggal” di rumah Parang Jati, membuat Marja merasakan ketertarikan yang lebih dari seorang sahabat kepada Parang Jati.

Terdengar klise bukan? Cewek yang jatuh cinta dengan sahabat pacarnya.

Mari saya lanjutkan.

Petualangan Marja dan Parang Jati dimulai ketika ditemukannya sebuah prasasti yang menandakannya ditemukannya sebuah candi, yang nantinya disebut Candi Calwanarang. Calwanarang sendiri dikenal sebagai janda nenek sihir yang hidup pada masa kekuasaan raja Airlangga dan Calwanarang dikisahkan memiliki seorang anak bernama Manjali. Nama “Manjali” yang berkaitan dengan “Marja Manjali”

“Jika kebetulan terjadi terlalu banyak, apakah kamu percaya bahwa itu tidak bermakna?” – Roman Misteri, Bilangan Fu.

Sementara itu, nama Cakrabirawa adalah sebuah nama keramat. Orang Jawa yang percaya mistis percaya bahwa Cakrabirawa adalah nama hantu. Beda dengan orang yang hidup jaman PKI, Cakrabirawa bagaikan sebuah kata yang membangkitkan trauma jaman PKI. Cakrabirawa adalah nama pasukan yang melakukan pembunuhan tujuh jenderal pahlawan revolusi.

Dan apa hubungan Calwanarang, Manjali, dan Cakrabirawa? Selanjutnya biarkan menjadi misteri hingga Anda membaca sendiri novel ini.

Yang menarik dari novel ini adalah saya bagaikan dibawa terlena dengan buku sejarah. Bedanya, jika dulu saya kurang menghargai pelajaran sejarah (yang saya sesali di masa kini) yang selalu bagaikan dongeng sebelum tidur, novel ini membuat saya membayangkan era bersejarah jaman dulu. Setiap membalik lembaran baru, saya selalu dikejutkan dengan insight-insight baru.

Tahukah Anda?

  • Bahwa Raja Airlangga adalah anak Raja Udayana dari Bali dengan seorang Putri Jawa. (Sekarang nama keduanya menjadi nama universitas negeri. Unair di Surabaya, Univ. Udayana di Bali)
  • Bahwa Raja Airlangga selama ini dikenal dengan sebutan Dewa Wisnu. Dewa yang dikenal dengan tunggangannya berupa Garuda? (Terlintas di pikiran saya saat ini: patung GWK yang lokasinya tak jauh dari kampus Udayana. Sebuah kebetulan kah?)
  • Bahwa candi terbagi menjadi candi tempat ibadah dan candi makam. Candi yang berfungsi sebagai tempat ibadah tentu saja memiliki “kiblat”-nya masing-masing. Dikisahkan di novel ini, candi yang menganut kepercayaan Calwanarang berkiblatkan Gunung Lawu. Sementara candi yang menganut kepercayaan Dewa Wisnu berkiblatkan Gunung Pananggungan.

Dan seterusnya.

Selain kebetulan-kebetulan di atas, saya dibuat setengah kaget dan setengah tertawa dengan fakta: Marja marupakan mahasiswi Institut Teknologi Bandung & mengekos di Jalan Kiai Gedhe Utama (jalan kosan saya berada). Oke, cukup dengan kebetulan-kebetulan tersebut. Toh cerita fiksi.

Mari saya tutup celotehan panjang saya dengan: mari kita kenali lebih dalam lagi sejarah bangsa kita sendiri, terutama kisah pahlawan. Seperti kata pepatah: “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawan-pahlawannya.” Maafkan jika saya jadi melankoli, novel tersebut sukses membuat saya makin tertarik menelusuri sejarah bangsa ini.

Sekian.

About these ads

4 thoughts on “Book Review: Manjali dan Cakrabirawa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s