Holiday / kereta / kisah dudul / masa muda / partner (s) in crime

Jogja Rush Hour: Daebak!

Semua berawal dari sms @Alarahma yang ngajakin nonton dan kemudian saya reply dengan, “Sherlock Holmes udah nonton? Tapi di Jogja T_T.” Lalu dibalas oleh @Alarahma, “Yuk ke Jogja. hehe.” Dan berakhirlah kami keesokan harinya ke Jogja demi menonton duo pria ganteng, Robert Downey Jr. dan Jude Law.

Jarak Jogja-Solo terbilang cukup singkat, biasanya jika menggunakan mobil pribadi dibutuhkan waktu 1.5 jam (tanpa macet dan ngebut). Jika ingin yang lebih murah meriah, dapat menggunakan kendaraan umum, yang paling umum digunakan adalah kereta Prameks. Kereta Prameks merupakan kereta ekonomi dengan biaya 10rbu saja. Jika mengharapkan duduk nyaman, jangan harap. Untuk menaiki Prameks, siap2 untuk berdiri selama kurang lebih 30-40 menit dan harus was-was dengan banyaknya copet. Saya dan @Alarahma janjian ketemu di Stasiun Purwosari, Solo, untuk kemudian naik kereta Prameks pukul 10.00 WIB. Kali ini dua adek saya, @jagoridwan dan @irasd turut ingin nge-mas Holmes juga.

Ketika kami tiba di Purwosari, kami memperoleh kabar bahwa kereta Prameks akan terlambat 1 jam. Karena film yang ingin kami tonton akan tayang pukul 12.00, kami memilih untuk menaiki kereta Madiun Jaya (Bangkrut Tahap I). Jika Prameks adalah kereta ekonomi, Madiun Jaya sebaliknya. Jujur saja ini kali pertama saya naik Madiun Jaya. Dengan harga tiket lebih mahal (20rbu rupiah/orang), kami dapat duduk dengan nyaman sepanjang kurang dari 30 menit perjalanan. Cepat sekali, sodara2!

Suasana Gerbong di Madiun Jaya
Madiun Jaya: Iwan & Ira Asyik di Pojokan

Kami berhenti di Stasiun Maguwo, Jogjakarta, yang berhenti tepat di Bandara Adi Sucipto. Kemudian perjalanan menuju Empire XXI, kami lanjutkan dengan menaiki Trans Jogja (pengalaman pertama, lho!). Trans Jogja tidak jauh beda dengan Trans Jakarta, namun dengan ukuran bis yang lebih kecil. Tapi sama2 bikin lengan berotot gara2 gelantungan ga dapet kursi. Setibanya di Empire XXI, kami shock dengan fakta antrian mengular super luar biasa dan hampir semuanya ingin membeli tiket Sherlock Holmes. Pupus sudah harapan kami menonton mas Holmes T___T

Namun tb2 seorang calo menghampiri kami dan menawarkan tiket @35rbu (harga asli 20rbu). Karena kantong kami kantong pelajar, kami super sangat ragu2. Namun melihat antrian & tujuan utama kami untuk menonton, akhirnya kami beli juga tiketnya. Alhasil, ketebalan dompet menyusut seketika (Bangkrut Tahap II). Mengingat film yang baru akan tayang pukul 14.30 WIB dan jam yang baru menunjukkan pukul 12.00 WIB, kami memutuskan untuk bersantai sejenak di Kalimilk. @Alarahma menghubungi @attachriratul, teman SMP kami, untuk bertemu di Kalimilk. Kalimilk sendiri merupakan cafe dengan sajian utama milk. Kalimilk merupakan singkatan dari “Kaliurang Milk.” Karena jarak Kaliurang cukup jauh dengan Empire XXI, kami memilih untuk ke cabangnya di Seturan, dekat Ambarukmo Plaza. Oke, kami ga bawa kendaraan pribadi dan angkutan umum di area kota Jogja sungguh jarang. Berbalik 180 derajat dengan Bandung yang angkotnya kebanyakan. Jadi, kami memilih naik taxi & menghabiskan biaya 22rbu (Bangkrut Tahap III). Review mengenai Kalimilk akan saya post di postingan selanjutnya, ya😉

@attachriratul datang bersama pacarnya dan kami berenam pun keasyikan mengobrol sambil minum susu hingga lupa waktu. Waktu telah menujukkan pukul 14.10 dan kami belom dapat taxi. Sementara daerah Seturan bukanlah daerah yang ramai dilewati taxi. Akhirnya dengan penantian panjang dan bantuan dr @attachriratul & pacar, kami mendapatkan taxi. Kali ini taxi harus super ngebut karena 10′ kemudian film akan main. Biaya taxi kali ini 15rbu (Bangkrut Tahap IV).

Sherlock Homes II tidak mengecewakan malahan saya lebih suka film yang ini daripada sebelumnya. Tentu saja, chemistry duo jenius Holmes & Watson tak pernah mengecewakan saya, meskipun kami telat masuk 5-10′. Film selesai pukul 16.30 WIB dan kami bangkrut! Alhasil, kami berjalan kaki menuju ke Galeria Mall untuk mencari sesuap nasi untuk makan. Jarak Empire XXI dan Galeria Mall terbilang cukup jauh. Namun kami banyak menemukan jajanan2 pasar murah nan enak di sepanjang jalan. Saya membeli puthu, @Alarahma membeli onde-onde, & @jagoridwan membeli lumpia. Jarak yang jauh jadi tidak terasa capeknya😀

@Alarahma & saya depan Gerobak Jajanan

Puthu

Onde-onde

Lopes

Klepon

Cenil

Jajanan-Jajanan Sepanjang Jalan Urip Sumoharjo, Jogja

Selepas kekenyangan membeli jajanan2 tersebut, tibalah kami di Galeria Mall. Kami memilih untuk makan di Bee’s dengan harapan ada paket makan murah. Namun, ternyata kami salah & biaya yang kami habiskan adalah 22rbu/ porsi (Bangkrut Tahap V). Tak sadar, waktu sudah menunjukkan pukul 18.15 sementara jadwal terakhir Prameks jurusan Solo adalah pukul 19.00 WIB. Kami memutuskan untuk solat di stasiun & berarti kami hanya memiliki waktu 15′ untuk mencapai stasiun Lempuyangan. (Lagi-lagi) karena kami bangkrut, krut, kruuut; kami memutuskan untuk menjadi Running Men! Kami berlari dari Galeria hingga Lempuyangan. Sementara itu, jarak Galeria-Lempuyangan lebih jauh daripada Empire-Galeria. HUUUUSSYAAH!

Dan tentu saja, saya yang nggak bisa lari ataupun jalan cepat ini: KETINGGALAN JAUH DI BELAKANG T___T

Ajaib! Kami tiba 20′ sebelum jam 19.00 WIB. Langsung saja kami membeli tiket dan solat dengan sisa-sisa napas super terengah-engah kami. Udara Jogja yang gerimis pun terasa sungguh amat panas buat kami. Kali ini, perjalanan kami ditutup dengan duduk ndlosor (selonjoran) di lantai Prameks karena kami tidak dapat tempat duduk + kaki pegal + kehabisan tenaga. Sampai jumpa Jogja, selamat datang Solo.

Tiket Prameks. Kelas: Berdiri

Duduk di lantai prameks.

Jika selama ini, kami-kami yang wong Solo selalu ke Jogja dengan kendaraan pribadi. Dimana dari tempat A ke B langsung sampai, tanpa hambatan. Pengalaman kali ini terasa berbeda. Untuk saya sendiri, saya jadi lebih mengerti arah jalan di Jogja. Dari mana mau kemana. Selain itu, jadi mampir ke jajanan2 murah di pinggiran jalan.

Unfortunately, cerita belum selesai disini. Setibanya di Solo, saya dan adik-adik saya harus menerima fakta bahwa:

  1. Bapak dan Mama saya pergi kondangan
  2. Kami tidak membawa kunci rumah
  3. Hujan
  4. Dingin
  5. Dan, kami terdampar di angkringan seberang rumah selama 1 jam lebih. Kehujanan, kedinginan, dan digigit nyamuk.

Xoxo,

B

2 thoughts on “Jogja Rush Hour: Daebak!

  1. aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa bhelloooooo superb awesome !
    love this post.
    barusan di kos pas ngerjain tugas buat UAS teringat blog mu, langsung aku buka dan baca. hahaha gokil kocak abis dah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s