family / Holiday / kereta / kuliner / Review(s) / wisata indonesia

Sebuah Perjalanan dan Pesona Kuliner Jawa Timur

Bagi keluarga saya, perjalanan darat memiliki banyak makna tersendiri. Meskipun dengan jarak tempuh yang lebih jauh, waktu yang lebih lama, hingga kecapekan di perjalanan. Jika full team ingin bepergian ke luar kota atau bertamasya ke luar pulau Jawa, keluarga saya lebih memilih alternatif menggunakan mobil pribadi. Namun jika tidak full team, kami akan lebih memilih pesawat, kereta, ataupun bis.

Untuk keluarga dengan anggota keluarga yang jarang berkumpul di rumah, perjalanan darat menawarkan quality time lebih lama bagi kami. Mayoritas waktu saya berada di Bandung, Iwan (adik #1) berkuliah di Semarang, Ira (adik #2) sedang sibuk-sibuknya persiapan ujian masuk universitas, dan Aan (adik #3) bersekolah di pesantren. Jadi bisa dibilang, Bapak dan Mama saya lebih sering menghabiskan waktu berdua (honeymoon, kata mereka). Dengan perjalanan darat, kerinduan Bapak dan Mama terhadap anak-anaknya tentu saja akan terobati. Kami biasa menghabiskan waktu perjalanan dengan mengobrol, bertukar cerita pengalaman kami masing-masing, hingga bercanda dan karaoke bareng di mobil. (PS. Keluarga saya tidak menggunakan jasa supir pribadi.)

Nilai tambah lainnya adalah: bisa mampir ke kota-kota yang dilewati dan berwisata kuliner. Ini nilai plus yang paling kami suka. Kali ini saya akan menceritakan perjalanan kami dari rumah kami di Surakarta (Solo, Jawa Tengah)  menuju Gresik dan Surabaya (Jawa TImur). Niat utama perjalanan kami adalah spending quality time together dengan limit waktu yang ada. Awalnya perjalanan ini direncanakan untuk menghadiri pernikahan Mbak Andien, kakak dari teman baik saya, Amirinnisa, di Gresik. Kemudian Bapak saya mengusulkan untuk “mampir” juga ke Surabaya. Jika ingin cepat sampai Surabaya dengan perjalanan darat, lebih baik melewati jalur Ngawi, Madiun, dst. Namun kali ini, Bapak saya mengajak kami untuk melewati jalur Ponorogo, Trenggalek, Malang, Surabaya, kemudian Gresik. Kami berencana untuk mampir makan Sate Ponorogo di Ponorogo, mampir ke Blitar, dan makan bakso Malang di Malang.

—–

Ponorogo

Tiba di Ponorogo, bapak saya langsung nulis di grup2 bbm beliau untuk menanyakan rekomendasi dimana sate Ponorogo yang enak. Karena terlalu banyak jawaban & jadi bingung, kami bertanya super random ke pengemudi motor waktu lampu merah. Sayangnya, saya lupa apa nama sate Ponorogo-nya, sebut saja sate Pak X :p Lokasinya di dekat suatu tugu (tidak tahu nama tugunya).

Kota Ponorogo ini bersih dan buat Anda yang terbiasa hidup di hiruk pikuk kota besar, kota ini menawarkan sebaliknya. Rapi, teratur, dan tentram. Sepanjang jalan penuh dengan kios2 penjual DVD bajakan yang entah mengapa semuanya memutar lagu dangdut atau keroncongan. Alhasil, kami menyantap sate dengan angin sepoi2 & diiringi musik dangdut dari seberang jalan. N I K M A T! Fyi, porsi makan kami sekeluarga (6 orang) yang super rakus & buanyaak, ternyata total habis makan+minum+ini itu hanya 100ribu saja. *terharu*

(Photos were taken by me. Credit is required if you are going to use those in yours. Thank you.)

Sate Ponorogo + Lontong

UMMMM YUMMY!

Maknyus😉

Sate Ponorogo. Super murah & buanyaaak

—–

Trenggalek

Di tengah perjalanan yang hampir mencapai Trenggalek, bapak teringat akan teman saya di Assalaam & IC yang tinggal di Trenggalek, Ika. Kebetulan bapak kenal dengan ayah Ika dan kemudian menghubungi si om. Bapak berniat untuk mampir dan bersilaturahmi dengan keluarga teman saya. Karena bapak baru mendadak berencana mampir ke rumah Ika, kami tidak membawa buah mata dari Solo. Dan ternyata, benar seperti yg tertulis di status bbm bapak saya: “Dengan Silaturahmi: umur & pahala bertambah”, kami sekeluarga disambut dengan senyum super ceria dan ditawari makan siang. Padahal sebelumnya kami sudah makan di Ponorogo dan niat kami awalnya hanya sekedar mampir sebentar, cupika cupiki, bertukar cerita, & saya pengen ketemu Ika. Tiba2 terjadi hal yang tak diduga: mamanya Ika mengeluarkan beberapa buletan buah DURIAN! DURIAN, sodara2. Buah favorit keluarga saya (kecuali Iwan & Aan) yang sebelumnya Ira bilang kalo dia ngidam durian. Kali ini kami dapat durian gratis, tis, tissss. Istilahnya, kejatuhan durian runtuh (beneran!). Jadi ternyata, di keluarga Ika yang doyan durian hanya adek Ika yang pagi itu harus kembali ke Solo (dia bersekolah di Solo). Karena telah terbeli banyak durian dan si empunya tidak sempat menghabiskan semuanya sementara anggota keluarga Ika yang lain tidak doyan durian, akhirnya keluarga saya yang “menghabiskannnya”. Alhamdulillah….

Terima kasih, Ika & keluarga \(´▽`)/

PS. Kali ini tidak ada fotonya. Karena duriannya gratis, jadi nggak enakan klo ambil foto :p

—–

Blitar

Buat yang belum tahu, Kota Blitar ini merupakan kota kelahiran Bung Karno. Nggak tahu siapa beliau? Itu kelewatan. Untuk kota kecil ini, sosok Bung Karno adalah sosok yang sangat dibanggakan. Di tengah kota Blitar, kami melihat tugu Bung Karno berdiri dengan gagahnya. Kali ini Bapak teringat rekannya di Arsitektur ITB yang bercerita bahwa beliau turut serta membangun perpustakaan Bung Karno. Perpustakaan? Jangan terbayang perpustakaan ITB atau perpustakaan nasional lainnya. Perpustakaan yang dibangun bersebelahan dengan makam Bung Karno ini dibangun dengan konsep futuristik, lhooo. Antara perpustakaan dan makam Bung Karno dipisahkan oleh kolam panjang dan dinding yang terukir kisah perjalanan hidup Bung Karno.

Untuk masuk area makam Bung Karno, nanti pengunjung harus mengisi buku tamu disertai dengan pandangan “plis-kasih-saya-uang-tip” dari pegawai makam. Makamnya tidak saya foto soalnya saya takut mandangin foto makam, apalagi ditambah pemandangan orang-orang yang berdoa memohon sesuatu pada makam. (Karena kita memohon itu kepada Tuhan, bukan pada orang yang telah meninggal.)

Di samping area perpustakaan & makam, banyak kios oleh2 dengan harga murah jika kita menawar pakai boso jowo🙂

Tampak Samping Perpustakaan Bung Karno

Tangga Menuju Perpustakaan

Patung Bung Karno di Area Tengah Perpustakaan

Area Kolam. Latar Belakang Pura itu Pintu Masuk Makam Bung Karno

I ♥ Indonesia

Di Depan Tulisan “Bung Karno Pernah Berkuliah di Technische Hogeschool (ITB)”

Duo ITB’ers

Tampak Belakang Perpustakaan & Tampak Area Kolam

Rombongan dari Bali yang Ingin Berdoa di Makam

Pintu Masuk Area Makam Bung Karno

Foto Gak Jelas

—–

Malang

Kami tiba di Malang menjelang Maghrib dan hujan, sementara perut kami sudah keruyukan lagi. Niat random bertanya ke orang di pinggir jalan pun muncul & kami direkomendasikan untuk ke Baso Malang President. Lokasi bakso malang ini unik. Jika ingin ke bakso ini parkir di sisi rel kereta api & kita harus melewati rel kereta dulu. Lokasinya tepat di sebelah rel. Jadi di tengah2 makan, bisa saja tiba2 kereta api yang super berisik & besar itu lewat di samping kita. *beneran dueeeket*

Lokasi: Tepat di Sebelah Rel Kereta Api

Lapaaaarrr~~~

Horee. Bakso!

Bakso Malang

Kereta Lewat

—-

Gresik dan Surabaya

Perjalanan dilanjutkan ke Surabaya lalu Gresik. Kami tiba di Gresik pukul 12 malam dan langsung dilanjutkan dengan tidur di hotel. Dan esok paginya, makan enak di acara nikahannya Mbak Andien🙂

See you in our next journey!

Xx,

B

3 thoughts on “Sebuah Perjalanan dan Pesona Kuliner Jawa Timur

  1. Sayang tulisan bagus begini kalau nggak dibukukan.

    Perkenalkan, kami dari Herya Media siap membantu membukukan tulisan: novel, cerpen, kumpulan puisi, esai, bahkan curhat dengan jaminan harga paling MURAH dan kualitas TERBAIK. Cek penawaran menarik kami di: http://www.heryamedia.com/produk/cetak-buku-supermurah/

    Bahkan bisa membantu mengumpulkan tulisan di blog menjadi buku cek disini: http://www.heryamedia.com/produk/kumpulkan-tulisan-di-blog-jadi-buku/
    Kirimkan segera naskahnya ke email: heryamedia@yahoo.com
    SMS/ Telp: 0877-80538726/ 021-8762566
    WA: 0877-678666622
    Website: http://www.heryamedia.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s