Beasiswa / erasmus mundus / renungan

Kesempatan Itu Ada…

Hari Jumat kemarin, ada sebuah email yang membuat saya gemetar, nangis, dan senyum2 sendiri. Sebuah email yang saya tunggu selama beberapa bulan terakhir, yang bikin dag dig dug. Yang rasanya sampai sekarang saya masih ga percaya email itu datang. Dan email itu membuat saya semakin percaya bahwa kesempatan itu ada… jika kita berusaha.

Alhamdulillah saya diterima program beasiswa Erasmus Mundus LOTUS 2 di Universidade do Porto (Porto University) untuk jurusan Master in Services Engineering and Management. Sebuah kesempatan emas yang sudah saya impi-impikan sejak tingkat 4 saya di kampus Gajah. Sebuah kesempatan yang saya sendiri sempat ga percaya diri saya bisa terpilih. Sebuah kesempatan yang untuk memperolehnya, saya harus melewati persiapan serta perjalanan yang panjang dengan bantuan, doa, serta dukungan keluarga, Bapak & Ibu dosen, serta teman2 terdekat saya. ALHAMDULILLAH, ya Gusti ALLAH.

Perjalanan Itu…

Sejak tingkat 4 saya di Kampus Gajah, saya memang sudah meniatkan saya akan meng-apply beasiswa bergengsi Uni Eropa ini untuk kesempatan kuliah Master’s Program yang mulai kuliah bulan September 2012. Untuk cari2 infonya, saya banyak berdiskusi dengan teman2 IF07 seperjuangan Erasmus Mundus, mamanya teman saya yang merupakan perwakilan Uni Eropa di Indonesia, hingga datang ke pameran2 pendidikan Uni Eropa, serta menjadi pembaca setia blog Emundus Indonesia untuk mendapatkan lebih banyak info. Ini mimpi saya: saya ingin ke Eropa untuk S2!

Awalnya, hal itu mudah dilakukan ketika tingkat 4 dan selama beberapa bulan setelah lulus. Saya lulus di bulan Juli 2011 dan deadline aplikasi Erasmus Mundus u/ program yang saya inginkan berkisar dari bulan Desember 2011 hingga Januari 2012. Semenjak lulus, saya turut membantu di proyek dosen saya, mengajar desain grafis di SMP Taruna Bakti, masih menjadi asisten mata kuliah PPL (Proyek Perangkat Lunak), & terlibat proyek bersama teman-teman saya. Namun lambat laun, tekanan itu mulai datang: tekanan dari keluarga yang tiap arisan keluarga mulai nanya, “udah lulus kan? kerja dimana?” “eh, anaknya Pak A skrg kerja disini lho, anaknya Pak B kuliah di negara X. Anaknya Pak As’ad gimana?”; teman yang bertanya “ngapain masih di Bandung?” “Kok elo masih muncul di kampus?” “elo ngapain selama ini? persiapan aja?”; atau pun orang tua yang mulai bilang “kamu apply kerja di perusahaan A aja, atau di B tuh gajinya bagus”, dll. At first, semua itu hanya saya tanggapi dengan senyum hingga lama2 saya jenuh dan mulai down. Efek domino dari down adalah saya mulai kehilangan rasa percaya terhadap diri dan kemampuan saya. Saat itu kondisi saya, saya harus mempersiapkan diri untuk mengambil tes TOEFL IBT karena itu syarat mutlak aplikasi Erasmus Mundus (selain IPK >3.00). Alhamdulillah, beberapa teman2 terdekat saya selalu memberikan saya dorongan untuk berdiri kembali. Untuk terus yakin sama mimpi saya. Untuk terus berusaha apapun kondisinya.

Melihat teman2 saya yang sudah bekerja, jujur saja saya merasa ingin. Ingin karena mereka sudah ada penghasilan, sudah ada status resmi, dan pikiran “rumput tetangga selalu lebih hijau” lainnya. Terdorong oleh pikiran2 (kurang baik) itu, saya juga melamar kerja. Selama pengalaman tes kerja, jujur saja saya selalu tersendat pada tahapan interview. Saya ditanya, “kira2 bakalan stay berapa lama disini?” “passion kamu apa?” “target hidup kamu apa?”

Sebelum diterima LOTUS 2 ini, saya juga mencoba beberapa program beasiswa lainnya namun belum beruntung. Di akhir Agustus 2011, saya apply beasiswa ADS (Australian Development Scholarship) dan ditolak. Saya juga apply program Erasmus Mundus IT4BI- Business Intelligence (ditolak) dan DESEM – Dependable Software (status awal Reserve List dan kemudian saya diberitahu jika saya diterima setelah saya meng-apply visa Portugal), serta beasiswa kampus di Oulu University, Finland (sudah tahap wawancara, pengumuman final 13 April 2012 dan Alhamdulillah, saya diterima). Hingga email itu datang… Erasmus Mundus LOTUS2 Scholarship.

Introspeksi Diri…

Selain dukungan, doa, dan nasehat dari keluarga dekat serta teman2 saya, sebenarnya semua hal itu kembali lagi ke diri saya sendiri. Apakah saya mau terus terpuruk & terpengaruh opini orang2 atau saya mau terus maju mengejar mimpi saya. Saya mulai me-review aplikasi2 saya yang kurang beruntung itu, salahnya dimana, apa yang kurang, dll. Namun yang terpenting, saya mulai me-review diri saya sendiri: Apakah saya sudah pantas untuk mendapatkan kesempatan itu?

Hal pertama yang jadi sasaran saya adalah NIAT. Niat saya ini sebenarnya apa? Visi & misi saya ini apa untuk mencapai target hidup saya? Kenapa sih saya ini kepengen banget s2 di Eropa?

Kedua, saya introspeksi hubungan saya dengan Allah. Berapa kali sih saya mengaji Alqur’an dalam satu minggu? Solat saya masih bolong2 ga? Solat tepat waktu ga? Apakah saya sudah mengamalkan ajaran2 Allah seperti yang tertera di Al Qur’an? Saya ini maunya banyak, pengennya dibayarin sekolah ke Eropa, tapi bagaimana kadar tahajud, solat wajib & sunah, serta sedekah saya?

Ketiga, saya introspeksi hubungan saya dan lingkungan sekitar saya. Bagaimana saya memperlakukan keluarga, teman, kerabat, dll?

Yang terakhir, bersyukur. Saat saya kurang beruntung dengan aplikasi beasiswa atau lamaran kerja, jujur saja itu makin membuat saya down. Kata teman saya, “nangis itu boleh. Sehari aja ya. Besok sudah harus lebih semangat.” Saat saya down, teman saya mengingatkan saya untuk lebih bersyukur. Jujur saja, probabilitas saya down mungkin juga karena kebanyakan ngelihat ke atas, kurang melihat ke bawah. Sesuai QS Ar-Rahman ayat 13: “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” Seperti nasihat teman saya, “rejeki udah ada di jalannya masing2.”

Q.S. Ar-Rahman: 13

Perjalanan Baru…

Maksud saya membuat postingan ini bukan untuk membuat drama atau curcol galau di blog, namun lebih sebagai pengingat diri saya sendiri: untuk eling (ingat) sama Allah dan nggak sombong, lupa daratan. Alhamdulillah, saya masih diberi kesempatan ini oleh Allah. Saya sadar ini adalah titipan dari-Nya. With great power comes great responsibility, kan? Semoga saya ke depannya bisa mengemban tanggung jawab ini dan menggunakan kesempatan ini sebaik2-nya. Dan tak lupa, semoga ilmunya bisa bermanfaat untuk nusa bangsa, keluarga, almamater, dan semuanya🙂

Last but not least, seperti yang saya tulis di motivation letter saya:

In addition, an Islamic proverb once said, “The best knowledge is the one that is being practiced. The best treasure is the one that being donated. And the best person is the most useful one to others.” That proverb has been an inspiration to my long-term goal: to become a lecturer.

Insya Allah, itu masih menjadi target saya🙂

Bismillahirrahmanirrahim.

Xx,

35 thoughts on “Kesempatan Itu Ada…

  1. Super seneng denger beritanya. You will have a great life there, bel. I know I do here. I’m sooo visiting portugal now. Just you wait. Lol

    • kakak Andruu, terima kasihhh🙂🙂🙂 I was inspired by you & your passion! And I am soo visiting France too😉

      Siap2, sini ke Portugal (setelah Sept 2012 :p ). Siap mengajak jalan2, hihi

    • Sama2 Rina. Senang bisa membantu. Amin, makasii yaaaaaa *kiss kiss*
      Aku akan memberi kabar & berdoa smga makin banyak teman2 yg menyusul ke bumi Eropa😉

      kamu juga yes, ditunggu kabar2 spektakuler kesuksesannyaa

  2. Bhella, congrats!
    Kamu diterima lotus termasuk Target Group berapa?
    Saya juga apply lotus yg master 22 bulan TG1 tapi cuma masuk reserve list.
    Dan ini sudah penolakan ke-4 saya. T.T

    • Salam kenal, Kak Jul. Saya apply yang TG1, smua alumni ITB masuk ke TG1🙂
      Terus semangat, Kak, jangan patah dulu di tengah jalan klo itu memang mimpi kk. Aplikasi2 itu bisa di-review&diperbaiki lagi, kak, sehingga nnti aplikasi selanjutnya membuat panitia EM-nya takjub.

      Sukses ya, Kak!😉

      • Oh gitu. Thanks. Semoga sukses kuliahnya nanti kak Bhella.🙂
        Oya maaf, mestinya saya yg manggil kakak. Saya masih tingkat 4.🙂

  3. NABELUU.. selamat ya sayang. kalo kata mbak Taylor aka kembaran gue, “People throw rocks at things that shine”, tapi kamu bisa ngelewatin dan ngebuktiin kalo kmu hebat. So proud of you!! SAKSES TERUS!!

  4. Halo mbk..selamat ya atas prestasinya..kebetulan saya juga dapat beasiswanya utk master degree di gottingen/22 bulan tapi yang TG 2..btw,sudah dapat admission letter dr host unikah?Sampai skrg saya belum dapat email dr host uni yg saya tuju.apa kita masih perlu daftar di universitas tujuan?

  5. Sukses ya,inspiratif banget!,”memang bener rumput tetangga selalu lebih hijau dari rumput sendiri.

    • Terima kasih😉

      dibandingkan yang lain bagaimana, yoga? erasmus mundus ini dibagi jadi 2 action, action1 yg pindah2 negara, action 2 yg hnya di 1 negara. u/ pendaftaran, begitu kmu lolos dapet beasiswanya, kamu jg udah diterima di universitas terkait.

    • Halo mb tina. Course yang aku piloh dgn bhsa Inggris😉
      Pd saat apply belum bisa bhsa portugis. Dsni portuguese lbh dpkai untuk sehari2 sj misalnya ke supermarket dkk

  6. Pingback: 8 Lessons Erasmus Mundus Has Taught Me | .bhella,bhello.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s