In Spare Time / Photography

My First Experience of Making A Stop-Motion

Still from How Betty Met Batman Part II

Still from How Betty Met Batman Part II

The stop-motion can be found at the end of this articleHow Betty Met Batman Part I can be found here.

Semua ini berawal dari keisengan kedua adik saya, Nadira dan Raihan di suatu pagi. Ira si maniak Barbie dan Aan si kolektor action figures, ditambah kamera saya yang sedang menganggur tergeletak di kotak akuariumnya (baca: dry box). Awalnya Ira berniat mengambil beberapa foto iseng Betty, the Indonesian Barbie miliknya. Kemudian datanglah Aan yang mengganggu meminta action figure Batman-nya ikutan difoto. Keributan kedua adik saya itu membuat saya penasaran dan jadilah saya ikut2-an mereka di TKP. Setelah melihat beberapa foto hasil jepretan Ira (dan Aan), tiba2 timbul ide bagaimana jika Betty dan Batman–yang notabene berbeda sekali latar belakangnya–dibuat dalam satu cerita. A cheesy love story. Dan kemudian saya pun ikut2-an iseng moto2-in Betty dan Batman pagi itu.

The Batman

In short, jadilah saya dan Ira membuat cerita yang awalnya agak maksa tapi ternyata logis juga (haha) dan kemudian kami publish di akun facebook kami. Tak disangka this cheesy love story mendapat sambutan hangat dari teman2 di Facebook dan teman saya, Shauma Hayyu dan Irfan Afif berkomentar, “Bhels.. take it one step higher.. make a stop-motion :p” Komentar itulah yang mendasari awal mula saya dan Ira mewujudkan lanjutan dari kisah How Betty Met Batman ini dari kumpulan foto menjadi stop-motion amatiran, hehe.

Membuat Stop-Motion

Menurut dictionary di Mac OS, stop-motion adalah “a cinematographic technique whereby the camera is repeatedly stopped and started, for example to give animated figures the impression of movement.” So, hal pertama yang dibutuhkan untuk membuat stop-motion adalah kamera + tripod (jika ada) serta ide. Konsep dasarnya cukup simpel, yaitu menggabungkan beberapa foto agar dapat menimbulkan kesan animasi gerak. Disini yang perlu diperhitungkan adalah fps (frame per second) yang kita inginkan sehingga kita bisa tahu sekiranya berapa banyak foto yang akan dibuat. Gampangnya, misalnya Anda ingin sebuah scene Batman berlari selama 10 detik. Agar semakin soft gerakan lari Batman, masing2 foto di-set untuk muncul dalam kurung waktu yang makin kecil (makin sebentar), taruhlah per foto muncul selama 0.2s. Disini Anda akan membutuhkan (10s dibagi dengan 0.2s) foto, yaitu 50 foto gerakan Batman berlari. Silahkan dikreasikan sendiri bagaimana gerakan Batman berlari, apakah ada salto di tengah lari atau bagaimana. Anda bebas berimajinasi.

Pengalaman saya kemarin, saya tidak memperhitungkan secara pasti fps-nya dan efeknya adalah pergerakan yang terlalu cepat untuk beberapa scenes. Plus, gaptek pertama kali menggunakan iMovie (kemaneee ajeeee gue :p) untuk editing dan combining foto2 tersebut. Jadi bisa Anda lihat pada scene Batman(s) melawan monster yang terjadi terlalu cepat karena kurangnya foto untuk scene tersebut.

Setelah semua foto yang dibutuhkan sudah terkumpul, saatnya diimpor ke komputer Anda. Disini silahkan dipilih mana foto yang akan digunakan dan mana yang tidak. Saya menggunakan iPhoto untuk menyeleksi foto dan sebelum saya impor foto2 tersebut ke iMovie, saya mencoba animasinya dengan mode slideshow di iPhoto. Untuk cara meng-edit foto dan menggabungkannya menjadi sebuah stop-motion menggunakan iMovie dapat dilihat di tutorial ini. Tidak harus menggunakan tool iMovie, seadanya yang Anda punya saja. Pada tutorial tersebut, masing2 foto semuanya di-set untuk muncul selama 0.1s yang menurut saya: cepat. Namun Anda masih bisa mengatur kemunculan beberapa foto agar tidak 0.1s sesuai kebutuhan Anda. Untuk mengedit video, sebaiknya tidak langsung mengimpor semua foto ke iMovie karena pengalaman saya kemarin, jadi bingung karena ada lebih dari 500 foto~ Jadi edit-nya nanti per scene saja yes😉 Scene A beres baru deh lanjut impor foto u/ scene B dan di-edit, begitu seterusnya.

Publish it!

Last touch: tambahkan musik. Setelah itu, publish it!😉 Jika Anda menggunakan iMovie, pada menu Share sudah terdapat beberapa pilihan publikasi video. Anda dapat langsung meng-share-nya ke Youtube, Facebook, etc ataupun mengekspornya menjadi sebuah video dengan ukuran Small, Medium, Large, HD 720p, atau HD 1080p. Semakin kecil ukuran video menandakan semakin berkurangnya kualitas video Anda. Ukuran HD 1080p video stop-motion How Betty Met Batman Part II ini sebesar 200MB lebih. Kualitas memang oke (banget), tapi internetnya lambat banget buat upload sebegitu besar video.

Penasaran dengan kelanjutan How Betty Met Batman? Bagaimana nasib Batman yang digantungkan oleh Betty pada How Betty Met Batman Part I lalu? Silahkan cek sendiri di video berikut, yes.

How Betty Met Batman Part II. A stop-motion by Nabila and Nadira As’ad.

Membuat stop-motion ini menarik sekali untuk melatih otak kanan. Apalagi objek cerita stop-motion bisa jadi ajang photo hunting. Makin lengket kan kita sama si kamera kesayangan, apalagi kalo sudah punya lensa2 tambahan. Slurp!

Your comments (both critiques and advices) for my first stop-motion are welcome! Feel free to leave comments here or on my Youtube page ;)

Com os melhores cumprimentos,

7 thoughts on “My First Experience of Making A Stop-Motion

  1. Pingback: How Betty Met Batman | (lagi-lagi) kisah DUDUL seorang bhella bhello

  2. wow,, bhellooo,, kereeennn!!!! hebat bgt ya emang temen gw yg dulunya anak jurnalistik di IC ,, mantap bhel! ditunggu lho lanjutannya.. *masih ada kan?

  3. Wah, kerennnnnnn, walopun kurang smooth sih gerakannya, tapi ini pertama sih ya, jadi gakpapa. Itu di ceritanya, batmannya curang, masa kroyokan, hahaha.
    Btw, kayaknya aku pernah tau stop motion movie yang bagus itu si video clipnya coldplay yang Strawberry Swing, pernah liat ga?

    • Batman-nya udah terlalu banyak adaptasi sm kehidupan Indonesia yg main keroyokan hahahaha =))

      sudaaah. yg udah jd video klip artis2 terkenal udah profesional bangeet2. gerakannya smooth. ini yang bikin pasti ekstra super sabar. aku bikin 2 menit aja ampe 2 hari empot2an *lebay :-p

  4. kereeeen banget loh stop motion nya tapi boleh tanya gak? kalo bikin stop motion pake i movie gimana ya biar gak pake transitionnya ya? makaceeeh :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s