erasmus mundus / kuliah / masa muda / Photography / Porto / Review(s)

Jadi Bule di Negeri Bule Part I

Porto & Douro River View from the Bridge

Alohaaa! Finally after several days without communication access because I couldn’t use my phone & my luggage was left in Changi, Singapore. My laptop had been running out of battery and the charger was in my luggage. But right now, you can officially contact me via BBM, email, facebook, and especially Twitter (well, I tweet a lot, haha).

These several past days has been very hectic karena saya harus mengurus ini-itu seperti mengurus tax number, membuat akun bank (ini penting banget karena menentukan kapan uang beasiswa saya turun), membuat residence card, orientation days, etc sambil jalan2 keliling kota layaknya turis. Then, I might say that: Porto is awesome! 

Saat ini sudah hampir seminggu saya tinggal di Porto. Status: masih menyesuaikan diri. Apalagi karena memang lingkungan hidup yang berbeda dengan lingkungan saya di Indonesia. Meskipun butuh waktu untuk adaptasi, semua hal baru disini menarik untuk dieksplorasi dan dinikmati.

The City of Porto

Porto adalah kota kedua terbesar setelah ibukota Portugal, Lisbon. Kota ini dinobatkan sebagai UNESCO World Heritage pada tahun 1996. Di Indonesia, Portugal tidak sepopuler Prancis, Belanda, atau Jerman sehingga sebelum berangkat kesini saya tidak ada bayangan seperti apa Porto. Plus, Portugal selalu identik dengan Christiano Ronaldo. Semua teman2 atau saudara2 saya selalu berpesan, “titip salam untuk CR7 ya, bhel!”

Kota ini …ramai turis! Lokasi Porto yang dekat dengan Douro River, kepopulerannya akan wine (many said that Porto has the best wine), dekat dengan pantai, dll yang membuat kota ini ramai. Daerah pertokoan di Santa Catarina sudah bagaikan Dago, Bandung, kala weekend. Bedanya hanya semuanya pejalan kaki. Tidak ada kendaraan bermotor lalu lalang. Suasananya mirip sekali dengan PVJ. Selain itu, udaranya bersih. Banyak sekali pigeons berkeliaran dan terbang dimana2. Apalagi burung camar karena memang dekat dengan pantai. Jadi disini tidak aneh jika Anda sedang jalan atau duduk-duduk di taman atau cafe dan tiba2 ada pigeon lewat di sela kaki Anda. Awww, me likey :”>

Pejalan Kaki

Cruisin’ at the Douro River

Jalanan

Pertama kali menginjakkan kaki ke tanah Porto, hal yang menarik perhatian saya adalah jalanannya. Less motocycles and cars. Mayoritas penduduknya menggunakan transpotasi umum seperti metro atau bis. Jika beberapa spot tidak dilewati oleh angkutan umum, mereka akan berjalan kaki. Beda banget ya dengan di Indonesia. Disini saya tidak merasakan macet ataupun polusi berlebihan, apalagi diklakson2 pas lagi jalan kaki.

A Romantic Couple Were Walking Down the Street @ Campanha

Campanha

Jalanan di Porto ini naik turun seperti di bukit padahal Porto itu dekat dengan pantai. Naik turunnya lebih heroik dari jalanan di Bandung. Jika saya berjalan kaki naik turun tiap hari sepertinya bisa membuat saya kurus plus kaki saya berotot *lebay*  Waktu cultural visit-nya Faculty of Engineering, kelihatan banget bahwa Asian students lebih cepat capek dan ngos-ngosan waktu jalan menanjak. Teman2 bule Europeans saya pun bingung lalu bertanya dan saya jawab, “kami terbiasa menggunakan kendaraan pribadi.” Dan mereka pun kaget. Yeah, now I know why bule prefer to walk in Indonesia, although the weather is indeed hot.

Nanjak, Maaaaaaang!

Disini saya tidak bisa menyeberang jalan seenak udel seperti di Indonesia. Jika ingin menyeberang harus di zebra cross atau menunggu lampu hijau untuk pejalan kaki menyala. Meskipun tidak bisa dipungkiri ada juga beberapa orang yang menyeberang sembarangan, but not many. Jalanan di Porto sebenarnya sempit2 namun dilalui bis (bayangkan jalanan selebar jalan Braga, Bandung, dilalui bis kota). Mobil2 banyak yang ngebut namun mereka akan memelan jika ada zebra cross. Namun yang kurang saya sukai adalah adanya beberapa pecahan botol atau botol2 kosong yang biasanya ditemukan di pagi hari. Kata teman saya, itu botol2 bekas penduduk2 atau turis yang ngobrol sambil minum bir, entah dibuang sembarangan trus ketendang orang lain atau bagaimana. Intinya, di spot2 yang banyak “tempat nongkrong”-nya itu banyak ditemukan pecahan beling.

The Portuguese

Entah karena efek lokasi di daerah mediterranian (selatan Eropa) yang konon terkenal dengan penduduknya yang santai atau bagaimana, the Portuguese are very nice. Jika saya nyasar atau tidak tahu arah jalan kemudian bertanya kepada local people, mereka akan dengan super sangat baik hatinya menunjukkan jalan ke saya atau teman saya. Meskipun dengan kemampuan bahasa Inggris yang ala kadarnya, mereka tetap berusaha sebisa mungkin membuat saya paham jalan yang dituju. Jika bertemu atau bertatap mata secara tidak sengaja, mereka akan mengatakan Olá (Halo) dan kita jawab dengan Olá juga.

Dari pengamatan saya beberapa hari ini, kebiasaan the Portuguese dalam mengucapkan salam adalah dengan cium pipi. Yang dimaksud disini bukan pipi ketemu pipi, tapi bibir ketemu pipi. Biasanya jika bertemu dengan Int’l Officer kampus saya, kami melakukan salam itu (alhamdulillah dia cewek). Pengalaman lucu dialami oleh seorang Asian teman seasrama saya. Setelah satpam asrama selesai mengecek kelengkapan kamarnya, pak satpam tersebut berkata, “may I kiss you?” Teman saya yang lagi mode zonk! pun menjawab, “okay.” Awalnya, teman saya pikir bahwa yang dimaksud dengan salam cium adalah pipi ketemu pipi. Jadi dia menyodorkan pipinya untuk ditempelkan ke pipi pak satpam. Tapi tiba2 pak satpam tersebut menempelkan bibirnya ke pipi teman saya dan dia shock! Buahahahahahahahaha. Di negara dia kan tidak bisa sembarangan cium pipi orang. Hahahahaha *ketawa lagi*

Kebiasaan lain the Portuguese adalah minum kopi. My portuguese friend said that I have to try the coffee here. Tidak seperti Indonesians yang kapanpun dimanapun apapun makanannya, minumnya teh. Disini teh biasanya dihidangkan ketika bersantai sore. Tempat minum kopi? Wuih, itu mah tersebar di berbagai spot di Porto. Kafe2 kecil semuanya memiliki menu kopi. Padahal jarak satu kafe dengan kafe lainnya tidak lebih dari 5m bahkan beberapa banyak yang bersebelahan.

“Memang gimana sih kopinya? Famous amat.”

Nantikan di part selanjutnya, yes😉

The Weather

Berbeda dengan teman2 EM saya yang sedang berdingin-dingin ria di Eropa bagian atas, saat ini di Porto masih masuk ke summer season. Tapi sudah berangin-angin dingin heroik menuju Fall. Cuaca Porto dari hari pertama saya datang itu bikin saya kangen sama Bandung. Kalau pagi dinginnyaaaaaa mimta ampun, siang matahari bersinar cerah tapi anginnya kenceng nan dingin, trus kalau malam anginnya makin kencang. Alhamdulillah, di dalam kamar sih anget2 aja :p Jadi beberapa hari ini saya masih bisa menggunakan baju yang biasanya saya pakai di cuaca Indonesia.

The Time

Indonesia bagian barat lebih cepat 6 jam dari Porto. Jadi jika sepulang kuliah saya ingin baca2 timeline Twitter, biasanya timeline saya sudah sepi karena teman2 saya di Indonesia sudah tidur. Sejauh ini pola hidup badan saya masih belum terbiasa dengan jam “baru” ini. Saya masih menguap2 ketika jam 3PM karena di Indonesia sudah jam 9PM (waktu tidur saya). Karena masih summer, jadi malamnya sebentar. Rasanya juga masih aneh ketika melihat jam tangan menunjukkan pukul 7PM dan ketika saya melongok ke luar jendela, langit masih terang. Untuk bulan September ini; Subuh di Porto sekitar jam 5.30AM, Dhuhur 2.30PM, Ashar 5PM, Maghrib 8PM, dan Isya 9PM. Dan waktu ini akan makin mundur sepertinya. Hoaahm~

Oke, karena sekarang sudah pukul 11PM waktu Porto dan 5AM waktu Indonesia. Saya akan tidur dahulu sementara Anda yang di Indonesia akan terbangun untuk Subuhan. Cerita menjadi “bule” akan saya lanjutkan di part selanjutnya, yes!😉 Saya excited banget pengen membagi cerita mengenai transportasi umum, makanan (spoiler: wajib nyobain Bacalhau! Apa itu? Tunggu di part selanjutnya) dan terutama, kampus saya: Universidade do Porto.

Boa Noite,

18 thoughts on “Jadi Bule di Negeri Bule Part I

  1. heiiiii..menarik sekali belaaa😀
    iyap, tradisi masing2 budaya brsifat normatif skali ya..satu tmpat n tempat yg lain beda..
    btw, kotanya distric gitu ga sih tata ruangnya?
    ditunggu cerita selanjutnya..terutama ttg lokasi2 menarik n kuliner yaaa :p
    hihi

  2. Ola bhello!! sepertinya porto indah ya bel,, ya, mungkin mirip2 itali spanyol gitu kali ya tata kotanya (yg suka gw liat di film2 sih).. Ditunggu cerita selanjutnya ya bheelll :*

    • Iyaa, culs. Krna portugal, spanyol, itali sm2 di daerah selatan Eropa kykny jd agak setipe.
      Aku barusan dr guimaraes, kota dmna portugal pertama kali berdiri. Wooow bgt. Macem masuk ke film2 macem peperangan berkastil2 jaman dulu.

      Siap, part 2 akan segera dirilis ♥

  3. Aduu duu bhella bhelloo,seruu bgt sih disanaa bel \(´▽`)/ seneng deh baca baca tulisanmuu..fto2nyaa olaa laa,great! oiya,aku udh baca emundus nyaa,hmm antara semangat sama pesimis bel :p pr aku yg pertama bgt tingkatin toefl nih (˘̩̩̩.˘̩̩ƪ) sukses disanaa yaa bhell..so proud of you ♥ ♥ ditungguu cerita-cerita selanjutnyaa yaa *kiss

    • mandyyy, kamu pasti bisaa😉 pede jaya dlu aja man \o/

      makasii sayangs *virtual kiss & hug* cerita slnjutnya sudah ada tggal di -post hihii. tggu yees. mmuah!

      klo ada pertanyaan2 lg, boleh hub akuu man😉

  4. Pingback: Jadi Bule di Negeri Bule Part II | (lagi-lagi) kisah DUDUL seorang bhella bhello

  5. Pingback: Jadi Bule di Negeri Bule Part III: Saturday in Oporto | (lagi-lagi) kisah DUDUL seorang bhella bhello

  6. Ola, sy afifah. Tahun kmarin d bulan september sy jg k lisbon. Baca cerita” nya bikin pengen kesana lagi.
    Salam kenal. Oh ya, coba k Sintra.

  7. Pingback: Jadi Bule di Negeri Bule Part IV: When the Sun Comes to Town | (lagi-lagi) kisah DUDUL seorang bhella bhello

  8. Pingback: Jadi Bule di Negeri Bule Part V: Papa-Paparazzi! | (lagi-lagi) kisah DUDUL seorang bhella bhello

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s