erasmus mundus / Portugal

Persiapan Sebelum Berangkat Studi & Setibanya di Portugal

Bem Vindo to Porto!

Bem Vindo to Porto!

I got this question so many times before and of course, I asked similar question to my senior as well. 

“Apa saja yang harus dipersiapkan sebelum berangkat ke Portugal? Trus pas sudah sampai di Portugal, harus ngapain aja?”

Persiapan

Sebenarnya ini persiapan general, namun karena negara tujuan studi saya ke Portugal, saya akan mengambil contoh spesifik mengenai persiapan ke Portugal. Langsung saja yes tanpa basa-basi.

1. Visa

Fix ini sudah pasti harus disiapkan begitu kamu menerima notification of acceptance dari universitas tujuan atau beasiswa. Persyaratan untuk masing-masing negara berbeda-beda. Contohnya saja, teman saya yang ke Belgia diminta untuk melampirkan surat keterangan sehat dari klinik tertentu di Jakarta sementara Kedutaan Portugal di Indonesia tidak meminta surat keterangan sehat ini. Silahkan cek di sini. Jika kamu akan menetap lebih dari 10 bulan di Portugal untuk studi, kamu akan mendapatkan tipe visa yang nantinya akan digunakan untuk memproses residence permit. Saran saya untuk visa adalah jangan mepet-mepet mengurusnya. Pastikan kapan kamu berangkat, persiapkan semua persyaratan (jadi tidak perlu bolak-balik), & kemudian nanti tinggal wawancara di kedutaan ketika menyerahkan dokumen. At the end, tinggal menunggu deh. Pengalaman saya waktu itu, visa saya jadi sekitar dua minggu setelah saya menyerahkan visa. Namun karena saya tidak tinggal di Jakarta, saya membuat surat kuasa kepada teman saya untuk mengambil visa saya.

2. Mental

Ini sebenarnya klise dan sedikit abstrak. Tapi ya mau bagaimana, menurut saya ini penting. Tinggal di negara yang tentu saja dari segi budaya, adat istiadat, dan hingga semuanya yang berbeda dengan Indonesia memang berat. Terutama masa adaptasi beberapa minggu atau bulan awal. Bahkan nantinya di Portugal, kita tidak saja akan bertemu dan berinteraksi dengan Portuguese saja namun juga teman-teman baru dari negara lain. Tidak usah panik dulu bagaimana, yang penting berusaha open-minded, independent, dan tak lupa prinsip diri yang dipegang keukeuh. Seru kok disini banyak temannya! Beneran deh.

3. Belajar Masak

Tidak hanya cewek saja lho yang harus bisa masak. Cowok pun juga begitu. Sebelum datang kesini, saya tidak belajar masak. Jika diajak mama untuk memasak biasanya saya ogah-ogahan. Eeee, setibanya disini saya langsung menyesal. Karena saya menghindari makanan MSG dan berpengawet, saya hanya membawa 10 bungkus Indomie (yang saya makan hanya 3, sisanya saya bagi-bagikan) dan tidak membawa bumbu instan sama sekali. Makanan Portugis yang belum sesuai dengan lidah Indonesia saya pun sukses membuat saya tidak nafsu makan dan akhirnya turun deh berat bedan (hore! :p ). Jadi setidaknya tahu cara memasak yang simpel2 semisal tumis ^_^

4. Winter Coat? Beli di Portugal saja deh

Ini se-ri-us. Sebagai makhluk yang tinggal di negara super tropis dan tidak memiliki winter, saya sedikit panik bagaimana nanti saya di Portugal. Baju-baju saya kebanyakan bahannya tipis-tipis ala summer. Makin panik karena saya tiba di Portugal pada bulan September yang saya pikir sudah mulai masuk musim gugur (Fall). Saya sempat mengecek winter coat di toko samping PVJ (Paris van Java, Bandung) atas rekomendasi teman saya dan fortunately, I didn’t buy one. Bapak saya yang dulu berpengalaman kuliah di LN mewanti-wanti saya untuk membeli si coat ini di Portugal saja. Mengingat: harga dan berat. Awalnya saya tidak percaya namun setelah saya ke toko tersebut, saya pun percaya. Coat di toko tersebut dijual dengan harga mayoritas diatas 1 juta rupiah padahal merk ga jelas made in China. In contrast, di Portugal saya beli beberapa coat yang jika dikonversi ke rupiah tidak sampai 1 juta. Harga lebih murah dan branded! Plus, fashionable (penting ini! haha). Apalagi jika musim diskon, makin miring saja harganya. Selain itu, space koper saya pun bisa muat untuk barang-barang lain. Setidaknya kamu membawa jaket untuk dipakai selama di pesawat jikalau kedinginan kayak saya :p

5. Makanan Pokok? dan Indomie?

Alhamdulillah, Portugis memakan nasi sebagai makanan pokoknya. Mudah sekali menemukan beras di supermarket dalam bentuk 1kg sachet. Indomie bisa dibeli di toko halal walaupun kadar MSG tidak sedahsyat yang di Indonesia. Bumbu-bumbu masakan dasar pun masih ada namun tidak selengkap yang kita punya di Indonesia. But unfortunately, they don’t have rice cooker and sweet soy sauce here.

6. Belajar Bahasa

Unfortunately, I didn’t find any Portuguese language course in Indonesia. Setidaknya kita tahu kata2 dasar seperti salam dan terima kasih. Portuguese speaks English well so you still can ask them with English or body language.

7. PDKT sama PPI

PPI banyak membantu saya dalam memberikan gambaran bagaimana di Portugal nantinya, selain itu juga membantu saya yang masih jetlag banget ini untuk memberikan informasi dokumen2 persyaratan residence permit saya. Plusnya, kamu bisa juga jalan2 sama mereka dan dikenalkan oleh mereka mengenai si “kota” yang akan kamu tinggali ini. Sebagai gambaran bagaimana rasanya tinggal di Portugal, especially Porto, saya sudah share beberapa di sini.

8. Siapkan bekal beberapa uang Euro

Karena uang beasiswa tidak langsung turun seperti magic, kamu butuh “bekal” untuk modal hidup awal di Portugal. Sebagai gambarannya, kamu akan butuh dana “awal” untuk membayar housing, membeli keperluan pokok, transportasi, dan membayar aplikasi residence permit. Untuk residence permit, siapkan uang kurang  lebih 150an euro (apes banget kan kalau uang beasiswa belum turun trus disuruh bayar ini. Mahal yes.)

Setibanya di Portugal…

1. Tanda tangan kontrak beasiswa di Rektorat

Setibanya di Portugal, hubungi contact person kampus kamu dan kabari mereka jika kamu telah tiba. Untuk Awardee beasiswa Erasmus Mundus, kamu akan membutuhkan dokumen kontrak beasiswa untuk aplikasi residence permit. Jadi sebaiknya tanda tangan kontrak beasiswa sesegera mungkin setelah tiba. International officers juga akan memberi informasi yang kamu butuhkan sebagai gambaran bagaimana tinggal disini (kamu juga aktif nanya ya ke mereka😉 ) Tak lupa, meminta dokumen bernama “Declaração” yang menyatakan bahwa kamu mahasiswa di universitas tersebut. Dokumen tersebut nantinya digunakan juga untuk residence permit dan diskon kartu metro bulanan.

2. Lapor Diri ke SEF (Serviço de Estrangeiros e Fronteiras)

Lapor kedatangan ini “kabarnya” maksimal dua hari kerja setelah kedatangan kamu di Portugal. Kamu akan dibuatkan appointment untuk memproses aplikasi residence permit beserta list persyaratannya.

3. Membuat nomor wajib pajak ke Finança dan membuka akun bank

Super penting 2015! Nomor wajib pajak ini persyaratan utama residence permit dan untuk membuka akun baru di bank. Untuk pemegang beasiswa, akun bank ini harus segera dibuka. Tentunya kamu mau uang beasiswa kamu cepat turun kan yes?😉

4. Membuat kartu bulanan untuk transportasi

Hal ini dilakukan untuk menghemat uang transportasi. Sekian, haha.

5. Istirahat lalu Jalan-Jalan

Karena flight dan perbedaan waktu yang sangat signifikan, kamu mungkin saja akan mengalami jetlag. Jadi sebaiknya tak lupa tidur cukup dan kurangi kegiatan “mengalong”. Setelah badan fit, jalan-jalan! Menurut saya, cara terbaik mengenal kota yang akan saya tinggali adalah dengan nyasar di kota ini. Dengan berbekal peta dan bertanya ke penduduk lokal, saya dapat menggunakan sedikit kosa kata Portuguese yang saya tahu. Selebihnya, saya jadi bisa hafal arah.

Oke, sekian dulu tips dari saya. Jika ada lagi yang saya ingat, akan saya update. See you in Portugal, folks!

Beijinhos,

12 thoughts on “Persiapan Sebelum Berangkat Studi & Setibanya di Portugal

  1. Wiih keren nih informasinya😀
    Tanya dong mbak. Dulu antara pertama kali nyampe trus bikin akun bank sampai duit 2 bulan pertamanya turun itu berapa lama ya? Soalnya kalo mesti bayar akomodasi, terutama kosan, pas awal-awal banget gitu takutnya ga cukup duitnya uy

    • yeaaah, i hope it helps.

      Lupa, ghuf. kayaknya sekitar 2 minggu. gaswat itu turun duit langsung 2 bulan, jadi susah ngontrolnya hahaha.oh iya, begitu punya nomor akun bank, langsung kabarin pihak int’l office ya.

  2. Waaaah finally I’ve found posts about Portugal! Decided to go there next year (aamiin) tapi masih bingung tentang visa dan flight kesana, dan apa aja yang harus disiapin kalo pergi kesana juli-agustus. I do really need your help, thanks in advance🙂

    • Untuk visa, apa sk yg hrus disiapkan bs dicek di link yg di postingan ini😉
      Banyak flight yg menuju kesana. Mgkn bs di-cek dgn skyscanner
      Portugal is surprisingly very nice :DDDD

  3. Mbak Nabila, saya insya Allah ada jadwa konferensi di ISEP dari tanggal 3-4 Oktober 2013 (tiba di Porto tanggal 2 dan kembali tanggal 5). Ingin menanyakan, bagaimana akses untuk mencari makanan halal di Porto?, apakah hotel di sana menyediakan fasilitas memasak?. Terus bagaimana transportasinya (termasuk harga tiket dll)?. Terima kasih.

    Didin Wahyudin
    JAIST Japan.

    • Untuk makanan halal yg ada kebab mas. Selebihnya banyak menu seafood. Makanan khas portuguese pun ikan codfish yg diasinkan (bacalhau) dan sardines. Untuk toko halal, ada di dekat stasiun sao bento😀

      Mas Didin menginapnya di hotel manakah? Dlu tmn sy ad menginap di hostel area cedofeita, dsediakan dapur.

      U/ transportasi, jk byk keliling kota mgunakan public transp sebaikny beli kartu andante 24 jam dst. Sejauh sy traveling di eropa, portuguese transportation bs dbilang murah.

      • Terima kasih mbak, saya insya Allah menginap di hotel berta http://www.hotelbetaporto.com/, Rua Do Amia. Sekitar 300 meter dari lokasi conference (Instituto Superior de Engenharia do Porto). Mudah-mudahan saja ada fasilitas masak. Selain kebab dan bahan makanan halal tadi, apakah mudah mencari semacam mini market yang menjual nasi dan makanan nabati/laut mbak. Pengalaman saya di Jepang, walaupun susah mencari tempat makan halal, tetapi kombini (mini market) mudah dicari dan mereka menjual nasi, salad dan ikan-ikanan. Terima kasih.

  4. Mbak, dulu ke Porto lewat Erasmus Mundus kah?🙂
    Saya agak bingung dan belum tau apa-apa, tapi insya Allah mau cari cari, tapi kira2 beasiswa Erasmus itu bakalan cukup untuk hidup kan ya?
    (Jadi…ceritanya saya diterima Erasmus cohort 4)

    Dan menurut mbak bagaimana pendapat ttg orang-orang Portugal pada umumnya? Terimakasih sebelumnya.

    • Haii Lydia. Sorry for my late response. So congrats on ur Erasmus!!!! I have no doubt that u will fall in love w/ portugal like I did.

      Baik2 mrka semua dinportugal. Alhamdulillah uang beasiswanya more than enough.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s